tanah peresapan, tempat semuanya berakhir...
___________________________________

Friday, July 04, 2003

Sebuah Ruangan

Sekali dalam hidup, kita harus menentukan sikap...
atau kita tidak akan jadi apa-apa!

--kata Pramoedya--


Sebelumnya kan kuceritakan tentang sebuah ruangan di kantorku:
Sebenarnya hanya sebuah aula biasa saja. Luas dan lapang. Di salah satu sisinya dipasangi kaca yang membuat kami bisa melihat ke luar, ke jalan dan tempat parkir.
Jika bukan hari Jumat, ruangan itu kosong belaka. Kadang-kadang saja dipakai sebagai ruang tunggu bila ada acara di Studio 1 (biasanya Diva Dangdut, KD show, atau Goyang Inul). Pada malam-malam tertentu juga sering dijadikan tempat latihan senam bagi karyawati-karyawati yang selalu resah bila tubuhnya mulai didiami selulit.

Seorang teman bercerita, konon dulu tak pernah terpikirkan untuk memanfaatkan ruangan itu sebagai "masjid" bagi para karyawan untuk shalat Jumat. Awalnya ruangan itu dibiarkan saja kosong, dan para karyawan mesti menyebar mencari masjid untuk sekedar beribadah. Tak terpikirkan. Sampai pada akhirnya mereka datang...

Tapi mereka sebenarnya tidak banyak jumlahnya. Hanya segelintir dari jumlah seluruh karyawan yang ribuan.
Hanya mereka... hanya mereka yang rela berbuat untuk agama Allah ini.

Sedang aku? Di mana sebenarnya aku berada?