tanah peresapan, tempat semuanya berakhir...
___________________________________

Sunday, June 29, 2003

Tak Punya Hak Bersaksi

Di Aceh, dua kuburan massal ditemukan lagi. Pada penggalian pertama diangkat 12 kerangka di Kampung Cuci, dan 8 lagi ditemukan di Krueng Pase. Keduanya di Aceh Tengah. Gambarnya baru sempat kulihat di APTN. Mereka --yang sudah jadi kerangka itu-- tidak bisa lagi bersaksi atas penderitaan yang mereka alami. Hanya diam.

Sabtu siang kemarin, aku wawancara dengan Pak Zainuri Lubis , humas Mabes Polri. Kata Pak Zainuri, "Mereka itu adalah korban-korban kekejaman GAM (beliau menyebutnya GSBA --Gerakan Separatis Bersenjata Aceh-- mereka memang punya terminologi tersendiri untuk menyebut kelompok-kelompok tertentu), dengan penekanan pada kalimat sebelum operasi darurat militer diberlakukan.

Beritanya naik tadi di program Berita Pagi, jadi headline. Maka selesailah tugasku sebagai wartawan spot. Tapi sebagai manusia, masih saja tersisa satu pertanyaan di kepalaku, bukan pada siapa yang sesungguhnya berhak untuk melakukan penggalian itu, apakah Polri atau TNI sebagai penguasa darurat militer?
Hanya sebuah pertanyaan kecil, dan mungkin bodoh kedengaran: Siapa yang telah tega menguburkan mereka secara tidak layak seperti itu, dan dengan tangan terikat pula?